Memperkenalkan Visual Thinking Sebagai Metode Belajar

Memperkenalkan Visual Thinking Sebagai Metode Belajar

Selama proses belajar, umumnya kita sering menggunakan otak kiri, karena hal ini berkaitan dengan proses belajar yang diterapkan di Indonesia. Padahal otak kanan manusia juga memiliki kemampuan untuk memicu seseorang agar lebih kreatif dan kritis dalam berbagai bidang, bahkan bidang eksakta sekalipun. Salah satu hal yang mendorong peran otak kanan dalam proses belajar ialah berpikir visual (visual thinking).

Secara sederhana visual thingking merupakan cara berpikir menggunakan gambar. Dilihat dari sejarahnya seseorang mulai belajar dari buku ilustrasi anak-anak, majalah, film, lukisan, brosur, smile icon, hingga gambar satelit dengan menggunakan teknologi terkini. Gambar digunakan sejak dulu untuk menjelaskan sebuah ilmu pengertahuan seperti kesenian, arsitek, engineer, desainer, sains, geologi, komunikasi, dan lain sebagainya.

Seperti yang kita tahu jika gambar merupakan sebuah simbol

Dengan simbol tersebut dapat dimaknai menjadi berbagai hal. Simbol juga sering dijadikan gambaran tentang sebuah organisasi untuk merepresentasikan visi & misi, nama, dan tujuan. Selain itu gambar juga cenderung lebih mudah dimengerti dibanding informasi berupa teks. Bahkan banyak orang yang menggunakan gambar untuk mengekspresikan emosinya mulai dari bahagia, sedih, takut, hingga marah.

Zaman dahulu sebelum terciptanya kamera atapun komputer orang-orang menggambar menggunakan pena, kertas, dan imajinasi untuk merekam suatu peristiwa. Menggambar dengan tangan membuat imajinasi seseorang menjadi lebih liar, mereka bisa menggambarkan masa depan ataupun masa lalu.

Leonardo da Vinci, seorang masterpiece hebat di zaman renaissance telah mengetahui kekuatan dari visual thinking. Beliau terus menggambarkan idenya ke dalam buku catatan yang sekarang diarsipkan. Buku catatan tersebut memuat gambar-gambar mesin inovasi yang diciptakan.

Visual thinking

Namun Visual Thinking bukan hanya sekadar menggambar saja. Otak kanan manusia pada dasarnya dirangsang supaya memunculkan ide dan inovasi melalui perkembangan kreativitas, intuisi, dan imajinasi. Sadar atau tidak sebenarnya kita sering berpikir secara visual dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat kita ingin menggambar sebuah bangunan yang megah, maka kita akan merepresentasikan pikiran dan bayangankannya di kepala.

Sehingga bisa dimaknai jika Visual thinking merupakan kemampuan, proses penciptaan, interprestasi, penggunaan dan refleksi atas gambar, diagram dalam pikiran seseorang pada selembar kertas atau alat pendukung lainnya. Tujuannya agar informasi atau ide dapat dikembangkan. Bagi visual thinker, mereka dapat menafsirkan informasi yang melibatkan gambar-gambar bahkan dapat mempresentasikan informasi matematik menjadi sebuah gambar.

Ada beberapa langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk membangun visual thinking diantaranya:

  • Looking, tahap dimana seseorang mengidentifikasi masalah dan hubungan timbal baliknya merupakan kegiatan aktivitas melihat dan mengumpulkan
  • Seeing, mengerti adanya masalah dan kesempatan, dengan aktivitas menyeleksi dan mengelompokkan
  • Imagining, mengeneralisasikan langkah untuk menemukan solusi, dan kegiatan pengenalan pola
  • Showing and telling, menjelaskan apa yang dilihat dan diperoleh kemudian dikomunikasikan

Visual thinking sebenarnya menjadi salah satu metode pembelajaran yang baik bagi setiap orang. Karena visualisasi memungkinan seseorang untuk mengidentifikasi masalah dalam versi yang sederhana. Apalagi, visual thinking juga membuat seseorang memahami bagaimana cara belajar mereka. Setiap orang tentu memiliki cara belajar yang berbeda, sehingga jika setiap orang menemui masalah yang sama, maka mereka akan memiliki cara penyelesaian yang berbeda.

Banyak orang yang tidak memahami betapa pentingnya belajar visualisasi pikiran. Banyak dari mereka yang cenderung mementingkan kemampuan otak kiri, padahal kemampuan visualisasi oleh otak kanan dapat menyeimbangkan kita dalam berpikir. Visualisasi bukan hanya membantu kita dalam menyelesaikan masalah, namun juga mengerti perannya dalam dunia.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *