Zafia Khairunnisa Nur Afridah: Menemukan Passion dalam Belajar

Sebelum bergabung di PKBM Piwulang Becik, Zafia menjalankan pendidikannya di SMP Tunas Bangsa Banjarnegara dan sempat mengikuti program magang di Karir Anak selama tiga bulan di Semarang. Pengalaman magang tersebutlah yang mengubah pandangan Zafia tentang pendidikan dan mendorongnya untuk beralih ke pendidikan nonformal di PKBM Piwulang Becik. Langkah itu ia ambil demi dapat mencapai salah satu impiannya, yaitu memiliki studio sendiri yang akan ia bawa kembali ke Banjarnegara.

Awalnya, dia tidak memiliki minat pada gambar. Namun tuntutan magang memaksanya untuk belajar ilustrasi. Ini adalah momen penting di mana dia menyadari bahwa belajar adalah bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan diri, bahkan jika itu melibatkan hal-hal yang awalnya dianggapnya tidak menarik.

Beralih dari dunia ilustrasi ke seni visual 3D adalah contoh konkret bagaimana Zafia menangkap esensi belajar yang sesungguhnya. Ia menyadari bahwa belajar bukanlah soal suka atau tidak suka, tetapi lebih kepada kebutuhan dan ketekunan. Konsistensi dan kegigihan membuktikan bahwa ia mampu menguasai hal-hal yang sebelumnya dianggap sulit atau tidak disukai.

Dalam perjalanannya, Zafia menyadari bahwa belajar adalah tentang memenuhi kebutuhan, bukan sekadar mengikuti keinginan atau mengandalkan bakat semata. Proses belajar yang ia jalani tidak selalu nyaman, bahkan terkadang melibatkan hal-hal di luar zona nyamannya. Dan pada akhirnya, apa yang Zafia temukan adalah bahwa bakat bukanlah faktor penentu utama dalam keberhasilan belajar. Keberhasilan terletak pada ketekunan, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar meskipun dihadapkan pada kesulitan.

Selama belajar di PKBM Piwulang Becik, Zafia menghadapi berbagai kesulitan. Mulai dari membagi waktu, mengontrol emosi, memahami aplikasi 3D Blender, hingga belajar bertanggung jawab atas rumah dan dirinya sendiri. Namun, dari setiap kesulitan tersebut, Zafia mendapatkan banyak pelajaran berharga. Kesalahan yang pernah ia buat menjadi sumber pembelajaran yang memperkuat karakter dan kemampuan dirinya.

Salah satu hal paling signifikan yang disadari Zafia setelah live in dan menjalankan Program Project Based Learning adalah bahwa belajar tidak terbatas pada waktu tertentu. Di PKBM Piwulang Becik, Zafia menemukan bahwa setiap waktu adalah kesempatan untuk belajar dan hal ini membuatnya lebih menghargai setiap momen dan menjadikannya lebih produktif.

Zafia merasa sangat beruntung memiliki banyak mentor yang selalu mendukung dan menyemangati proses belajarnya. Di PKBM Piwulang Becik, ia berada di lingkungan yang tepat dengan teman-teman yang selalu memberikan dukungan. Hal ini membuat perjalanan belajarnya menjadi lebih menyenangkan dan penuh semangat. Dan yang terpenting, kini ia menyadari bahwa belajar bukanlah sekadar tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang pertumbuhan pribadi dan pengembangan diri yang holistik.

 

Lihat cerita lengkap Zafia disini ya:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply