Perbedaan Didengar dan Dituruti dalam Relasi Orang Tua dan Anak
Dalam relasi orang tua dan anak, ada satu hal yang sering tercampur: didengar dan dituruti. Banyak orang tua berharap anak berubah setelah diberi nasihat, sementara anak merasa sudah “mendengar” tetapi tetap memilih bersikap sama. Di titik ini, konflik kerap muncul karena kedua pihak merasa tidak dipahami.
Dalam psikologi, ada konsep yang disebut validasi emosi. Validasi berarti mengakui perasaan anak sebagai sesuatu yang masuk akal untuk dirasakan, tanpa harus langsung menyetujui atau membenarkan perilakunya. Anak bisa didengar perasaannya, meskipun arah tindakannya tetap perlu dibimbing.
Masalah sering muncul ketika anak langsung diarahkan untuk berubah tanpa ruang untuk menyampaikan apa yang ia rasakan. Emosi terlewat, pesan terasa seperti penolakan, dan hubungan menjadi tegang. Anak mungkin tetap mendengar, tetapi berhenti membuka diri. Bukan karena membangkang, melainkan karena merasa tidak aman untuk jujur.
Di Piwulang Becik, situasi seperti ini sering terlihat dalam proses pendampingan belajar. Ada anak yang secara teknis mampu mengikuti arahan, tetapi sulit berkembang karena relasinya dengan pendamping belum memberi rasa aman. Ketika anak diberi ruang untuk menyampaikan perasaan, kebingungan, atau ketidaknyamanannya, proses belajar justru berjalan lebih lancar.
Beberapa hal yang membedakan “didengar” dan “dituruti” antara lain:
- Didengar berarti perasaan anak diakui sebelum solusi diberikan.
- Dituruti berkaitan dengan keputusan akhir, yang tetap berada dalam peran orang dewasa.
- Anak lebih mudah bekerja sama ketika merasa aman secara emosional.
- Kepatuhan jangka panjang tumbuh dari relasi, bukan dari tekanan.
Pendekatan ini membantu anak belajar bertanggung jawab tanpa merasa tertekan. Di PBx, relasi yang aman menjadi fondasi agar anak mau mencoba, menerima arahan, dan berkembang secara bertahap. Mendengar bukan berarti kehilangan kendali, tetapi membangun jembatan agar arahan dapat diterima dengan lebih terbuka.
Memahami perbedaan antara didengar dan dituruti membantu orang tua dan pendidik melihat bahwa perubahan yang bertahan lama lahir dari hubungan yang saling menghargai, bukan sekadar instruksi yang harus segera diikuti.


