Piwulang Becik : Perkenalan (lagi)

Di zaman penjajahan dulu, baik panjajahan secara fisik atau pemikiran, budaya asing tidak masuk secara alami, tetapi dengan menjejalkannya kepada daerah jajahannya. Selain dengan kekerasan, mereka juga memperhalus bahasa penjajahan menjadi budaya luhurlah yang mengalahkan budaya terbelakang.

Sehingga secara tidak sadar beberapa orang yang terjajah ini bisa menerima penjajahan itu sebagai kesalahan mereka sendiri, dan akhirnya merasa perlu mengambil budaya asing tersebut supaya mereka bisa seluhur para penjajah. Yang berakibat munculnya rasa rendah diri terhadap budaya asing.

memperkuat akar budayanya sendiri, akan memperkuat pohon kehidupannya

Di pihak lain, beberapa orang melihat penjajahan itu sebagai ketidakadilan dan manipulasi pemikiran untuk membenarkan tingkah laku kerakusan para penjajah. Berakibat kepada pemberontakan terhadap budaya asing. Segala hal yang berbau asing akan ditolak.

Pun demikian, kita masih beruntung, ada yang bereaksi dengan lebih bijaksana, tidak minder dan juga tidak dalam posisi memberontak. Pusat perhatian mereka bukanlah budaya asingnya, tetapi justru ke budayanya sendiri. Mereka sadar betul bahwa memperkuat akar budayanya sendiri, akan memperkuat pohon kehidupannya. Pun jika batangnya dicangkokkan dengan batang budaya lain, tidak akan menjadikan mereka tercerabut dari akarnya. Bahkan bisa jadi akar budaya lokal saat dicangkokkan dengan batang budaya lain, mampu menghasilkan buah baru yang lebih manis, tahan hama dan cuaca.

Ajaran Kebaikan

Salah satunya di Jawa, budayanya telah terbukti mampu bertahan terhadap berbagai situasi. Dengan Manjing Ajur Ajer nya, mereka mudah beradaptasi dengan budaya asing tanpa perlu mengganti akar budayanya sendiri. Demikian pula dengan suku lain di Indonesia, mereka mempunyai budaya luhur yang telah terbukti bertahan bahkan semakin kuat di era informasi ini.

Di zaman informasi begitu melimpah, kita dan anak-anak kita dipaparkan dengan beraneka macam pola kehidupan. Tanpa kita perlu mencarinya, budaya itu muncul di depan mata, di setiap saat dan tempat. Tak ada yang perlu dikhawatirkan, karena wacana tersebut menjadikan anak-anak tumbuh lebih sehat karena pandangan mereka lebih luas, tak ada sekat lokal dan global.

Piwulang Becik adalah komunitas yang sedang bertumbuh, yang berupaya mendalami dan menyebarkan Ajaran Kebaikan (Piwulang Becik) para leluhur, sehingga akar kehidupan kita semakin dalam dan kuat. Mendalami akar budayanya sendiri lebih mudah karena teladan banyak ditemukan di sekitar kita. Dan pada saat bersamaan, terbuka untuk mempelajari berbagai budaya/pendidikan dari luar seperti Ikigai, Unschooling, Montessori, Charlotte Mason, dllnya. Memakai kurikulum NKRI K-13 revisi 2017 dengan project-based yang modular, tetapi terbuka dengan Cambridge IGCSE, A-Level, SAT, dllnya.

catatan:
Dalam zaman penjajahan dulu, tidak musti sebuah negara menjajah negara lain. Ketidakadilan dalam memperlakukan perempuan dalam edukasi dan karir, juga merupakan salah satu bentuk penjajahan.

2 replies
  1. Ruri
    Ruri says:

    salam..saya Ruri dari bogor sedang menjalankan homeschooling untuk anak saya usia 7 tahun..kapankah idealnya anak dimasukan pkbm? terimakasih

    Reply
    • piwulangbecik
      piwulangbecik says:

      salam kenal mbak ruri,
      layanan kami dari Kelompok Bermain, dari umur 4 tahun. juga ada layanan Paket A dari umur 7 tahun, B, C IPA, C IPS dan C Bahasa.

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *