Mengajarkan Olahraga Pada Anak Untuk Menunjang Kecerdasan Dan Kesehatan Mental

Mengajarkan Olahraga Pada Anak Untuk Menunjang Kecerdasan Dan Kesehatan Mental

Olahraga tentu menjadi salah satu pelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak. Meskipun demikian terkadang banyak orangtua yang abai dengan olahraga, mereka cenderung mengutamakan pelajaran akademis yang menunjang kemampuan otak anak. Tentu hal ini tidak baik bagi tumbuh kembang mereka. Di masa sekarang sering kali kita melihat banyak orangtua yang mendikte anak untuk menyelesaikan PR mereka, berusaha mendapatkan nilai baik pada pelajaran matematika, dan lain sebagainya. Padahal selain hal-hal akademis anak juga perlu ruang agar mereka bisa berolahraga atau beraktivitas fisik, entah sekadar bermain sepak bola bersama teman-temannya di lapangan.

Mengajarkan Olahraga Pada Anak Untuk Menunjang Kecerdasan Dan Kesehatan Mental

Olahraga dan aktivitas fisik bukan hanya melatih otot-otot tubuh saja, kegiatan ini juga menunjang kecerdasan anak serta menyehatkan kesehatan baik secara fisik maupun mental. Bahkan semakin dini mengenalkan olahraga pada anak, maka anak akan semakin terbiasa  untuk berolahraga di usia dewasa.

Agar anda semakin yakin mengenalkan olahraga pada anak maka berikut ini adalah manfaat yang diperoleh, antara lain:

  1. Meningkatkan kebugaran
  2. Memicu pertumbuhan tulang dan otot
  3. Meningkatkan koodinasi gerak dan keseimbangan tubuh
  4. Membantu dalam proses pembentukan postur ideal tubuh bagi anak
  5. Menurunkan risiko obesitas atau kelebihan besar badan sejak anak-anak
  6. Meningkatkan kemampuan sosial dan kedisplinan

Olahraga akan berpengaruh besar bagi perkembangan anak baik secara fisik, mental, maupun sosial. Dalam sebuah penelitian, kegiatan fisik yang dilakukan anak ternyata dapat meningkatkan kecerdasan pada anak, selain itu hal ini juga meningkatkan fungsi kognitif seperti melatih daya ingat, fokus, dan kemampuan anak dalam memecahkan masalah. Namun mengajarkan olahraga atau aktifitas fisik pada anak tidak boleh sembarangan. Hal ini harus disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak itu sendiri, misalnya: Anak usia 4-5 tahun Pada usia ini, ajarkan anak berolahraga ringan, sederhana, dan singkat. Selain itu, olahraga atau aktivitas fisik yang diajarkan fokus pada perkembangan motorik. Hal ini tentu berbeda dengan anak-anak yang berusia 6 hingga 12 tahun, pada usia ini anak mulai menunjukkan minatnya pada bidang olahraga tertentu. Sebagai bentuk dukungan kepada mereka cobalah ajak anak untuk mengikuti club tertentu yang sesuai dengan minat anak. Selain itu, ajak anak berlatih secara rutin.

Aktivitas fisik yang diajarkan pada anak tidak harus olahraga. Ada beragam aktivitas fisik lainnya yang bisa anda berikan pada anak, antara lain.

1.      Outbound

Kegiatan outbound merupakan kegiatan fisik yang dilakukan di luar ruangan bisa di halaman yang luas, atau tempat-tempat wisata yang menyediakan outbound untuk anak. Kegiatan outbound bertujuan agar anak dapat mengatasi situasi dan kondisi di alam bebas yang penuh dengan tantangan. Kegiatan di luar ruangan sangat beragam dan tentunya menyenangkan bagi anak-anak, misalnya berjalan diatas titian, memanjat dinding tali, flying fox, berkebun dan lain sebagainya. Namun, yang menjadi catatan pastikan kegiatan outbound yang dilakukan anak sesuai dengan usianya.

2.      Menari, bernyanyi dan melompat

Mungkin beberapa orang mengira bernyanyi, menari, dan melompat adalah sebatas permainan untuk anak. Akan tetapi, ternyata ketiga hal tersebut termasuk dalam aktivitas fisik. Meskipun terlihat sederhana namun ternyata hal ini bisa melatih kemampuan otak dalam mengingat. Misalnya anak akan mengingat gerakan berikutnya saat menari. Selain itu, siapa tahu dari hal sederhana ini bakat anak dalam bidang seni akan tumbuh.

3.      Bela diri

Bela diri merupakan aktivitas fisik dan cabang olahraga yang jarang diminati banyak orangtua. Ada banyak cabang olahraga bela diri yang bisa diikuti oleh anak mulai dari taekwondo, silat, hingga tinju. Olahraga bela diri akan membantu anak menyalurkan emosinya ke hal positif.

Olahraga dan aktivitas fisik adalah hal yang sangat membantu, namun semua harus diawasi oleh orang dewasa. Karena jangan sampai olahraga atau aktivitas fisik tersebut membuat anak kelelahan dan kurang istirahat.

Kegiatan belajar tentu akan lebih seimbang jika dibarengi dengan olahraga dan kegiatan fisik, untuk itu ada baiknya saat memiliki lembaga pendidikan perhatikanlah prestasi mereka dalam bidang non-akamedik. Prestasi bukan hanya memenangkan olimpiade, prestasi bisa juga dilihat dari cara pengajar menyampaikan, serta kurikulum yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan anak. Selain itu kegiatan olahraga dan aktivitas fisik yang diberikan tentu diawasi dengan baik oleh pihak pengajar yang profesional, agar meminimalisir terjadinya cidera. Semoga dengan informasi ini semakin banyak orangtua yang sadar untuk mengajarkan anak berolahraga sejak dini.

 

 

Demikian artikel ini kami buat semoga memberikan gambaran bagi anda tentang serba serbi dunia pendidikan. Apabila ada pertanyaan tentang pendidikan alternatif Anda bisa hubungi kami di https://piwulangbecik.sch.id untuk informasi lebih lanjut.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *