Jangan Menyamakan Cara Belajar Anak, Simak Gaya-Gaya Belajar Yang Tak Banyak Orang Paham

Jangan Menyamakan Cara Belajar Anak, Simak Gaya-Gaya Belajar Yang Tak Banyak Orang Paham

Apakah anda termasuk orangtua yang memarahi anak saat ia menonton video animasi di YouTube padahal sudah waktunya belajar? Jika iya, cobalah tahan emosi Anda sejenak. Cobalah duduk di samping anak, kemudian tunggu sampai videonya berakhir. Jika sudah, tanyakan pada anak apa yang mereka tonton barusan, mintalah mereka agar menceritakan ulang apa saja yang terjadi dalam video animasi tersebut. Jika anak ternyata menjelaskan dengan baik tentang apa yang mereka tonton, bisa jadi menonton video adalah cara belajarnya.

Jangan Menyamakan Cara Belajar Anak, Simak Gaya-Gaya Belajar Yang Tak Banyak Orang Paham

Contoh di atas hanya sebuah ilustrasi yang mungkin sering terjadi di sekitar kita. Sampai saat ini masih banyak orangtua yang belum memahami jika ternyata gaya belajar setiap anak itu berbeda. Sehingga jika sebuah kelompok belajar hanya menggunakan satu metode pengajaran saja, maka sangat memungkinkan bagi beberapa anak untuk tertinggal materi. Ini belum tentu karena anak tersebut tidak memperhatikan si pengajarnya,  bisa jadi anak-anak tersebut kurang cocok dengan metode belajar yang disampaikan oleh pengajar.

Tak banyak orang yang tahu jika ada beberapa jenis gaya belajar yang dimiliki setiap anak ataupun orang dewasa. Sayangnya, masih banyak orang yang tak menyadari itu, padahal dengan memahami gaya belajarnya maka seseorang akan lebih cakap dalam memperluas pengetahuan. Untuk itu, pahami beberapa gaya belajar yang ada di bawah ini.

Gaya belajar visual

Gaya belajar ini berfokus pada penglihatan, saat anak mendapatkan materi baru mereka umumnya melihat secara visual terlebih dahulu agar memahami materi tersebut. Gaya belajar visual umumnya berkaitan dengan gambar, akan tetapi tak menutup kemungkinan jika mereka nyaman belajar dengan penggunaan warna-warna, garis, ataupun bentuk. Hal ini, membuat anak yang memiliki gaya belajar visual lebih cepat memahami nilai-nilai artistik. Untuk mengatahui apakah anak termasuk orang yang memiliki gaya belajar visual berikut ciri-cirinya:

  1. Lebih mudah mengingat apa yang dilihatnya dibanding didengarkan
  2. Lebih suka membaca dibanding dibacakan
  3. Berbicara dengan tempo yang cepat
  4. Cukup memperhatikan penampilannya
  5. Sulit menerima instruksi secara verbal, cenderung memahami peringatan yang tertulis
  6. Suka menggambar apapun di kertas atau buku

Jika anak Anda termasuk dalah gaya belajar ini, maka anda bisa menjadikan media video dan gambar yang menarik agar anak cepat belajar hal baru. Berikan buku yang bukan hanya berisi tekst saja, berikan buku yang terdapat ilustrasi, jika perlu sediakan pridol warna-warni untuk membuat catatan anak.

Gaya belajar auditori

Gaya belajar auditori mengandalkan indera pendengaran untuk menerima berbagai sumber informasi dan pengetahuan. Anak dengan gaya belajar ini tidak mempermasalahkan tampilan visual saat mengajar, yang terpenting dia dapat mendengarkan apa yang orang lain jelaskan padanya dengan baik. Sehingga, anak yang memiliki gaya belajar ini cenderung peka dan hafal setiap perkataan yang didengarnya. Adapun ciri-ciri yang menandakan jika anak memiliki gaya belajar auditori:

  1. Senang mendengarkan
  2. Mudah terdistraksi dengan keramaian
  3. Kesulitan saat memahami hal baru yang melibatkan visual
  4. Pandai meniru nada atau irama suara
  5. Senang membaca dengan mengeluarkan suara atau menggerakkan bibir saja
  6. Fasih berbicara
  7. Mudah mengingat nama saat berkenalan dengan orang baru

Jika anak anda memiliki ciri-ciri di atas, maka untuk mendukung proses belajarnya anda bisa menyetel musik relaksasi saat belajar, merekam pengajar kemudian didengarkan kembali, biarkan anak membaca buku dengan bersuara. Serta ajak anak untuk berdiskusi dengan temannya akan lebih mudah memahami dan mengingat materi.

Gaya belajar kinestetik

Gaya belajar yang terakhir adalah gaya belajar yang melibatkan gerakan tubuh. Biasanya anak yang memiliki gaya belajar ini cenderung mempelajari dengan mempraktikannya. Misalnya, anak bukan hanya sekadar membaya namun ia juga menggerakan tangan atau kakinya untuk memperjelas apa yang dibacanya. Selain itu, dengan melakukan atau menyentuh objek yang dipelajari mereka akan memperoleh pengalaman tersendiri. Sehingga anak yang memiliki gaya belajar ini termasuk anak yang susah diam. Adapun ciri-ciri yang dimiliki:

  1. Lebih suka belajar secara praktik
  2. Kedulitan untuk menulis namun pandai bercerita
  3. Menyukai aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh seperti olahraga atau menari
  4. Dapat berkomunikasi dengan isyarat tubuh
  5. Menghafal dengan cara berjalan

Jika anak anda memiliki ciri-ciri di atas, maka sebagai orangtua yang perlu dilakukan ajaklah anak untuk mempraktikan apa yang mereka pelajari. Biarkan anak bereksperimen dari materi yang dia peroleh, ajak anak untuk mengunjungi tempat wisata edukasi bisa museum, pusat kebudayaan, agrowisata berkebun dan lain sebagainya.

Dengan memahami gaya belajar anak, maka akan lebih mudah bagi mereka untuk menerima materi baru atau mengasah kemampuan yang dimiliki. Sayangnya, masih banyak orangtua yang belum peka dengan gaya belajar anaknya. Untuk itu, orangtua harus membangun kedekatan yang baik dengan anak serta menjadi pihak pendamping selama proses belajar mereka. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

 

Demikian artikel ini kami buat semoga memberikan gambaran bagi anda tentang serba serbi dunia pendidikan. Apabila ada pertanyaan tentang pendidikan alternatif Anda bisa hubungi kami di https://piwulangbecik.sch.id untuk informasi lebih lanjut.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *