Ilmu Tidak Mudah Didapat Jika Tubuh Terlalu Nyaman

Ilmu Tidak Mudah Didapat Jika Tubuh Terlalu Nyaman

“Engkau tak dapat meraih ilmu kecuali dengan enam hal yaitu cerdas, selalu ingin tahu, tabah, punya bekal dalam menuntut ilmu, bimbingan dari guru dan dalam waktu yang lama.” Ali Bin Abi Thalib.

Ada banyak pepatah lama yang menggambarkan bagaimana seseorang bisa memperoleh ilmu. Menjadi seorang berintelektual tentu membutuhkan waktu yang lama dan usaha yang keras. Umumnya orang yang cerdas lahir dari bangku-bangku sekolah, mereka mengeyam pendidikan dari Dasar, Menengah, Perguruan Tinggi atau Universitas. Namun, saat ini kecerdasan bisa diciptakan dari berbagai hal, dan tak selamanya bersumber dari bangku sekolah. Sekolah, lulus, kemudian sukses adalah hal yang sering digaungkan orang-orang pada zaman dulu. Sekolah seakan menjadi jaminan kesuksesan seseorang di masa mendatang. Namun, ada banyak ilmuwan dan pengusaha yang sukses, meskipun mereka bukan tamatan sekolah tinggi.

 

Ilmu Tidak Mudah Didapat Jika Tubuh Terlalu Nyaman

Siapa yang suka menonton animasi Mickey Mouse? Walt disney merupakan tokoh dibalik karakter Mickey Mouse yang sangat populer itu. Namun tahukah, jika Walt Disney menempuh pendidikan formal hanya sampai kelas 8? Dan karena tak ada yang mempekerjakannya, ia memutuskan untuk  membuka perusahaan komersial dan bertahan hingga sekarang. Bukan hanya itu, Thomas Edison yang lahir pada 11 Februari 1847, dikeluarkan dari sekolah karena memiliki beberapa masalah dengan indra pendengarannya. Kemudian ia berjualan koran dan permen di kereta sambil belajar autodidak. Dengan bakat dan keterampilan yang dimilikinya, ia mampu menemukan bola lampu listrik dan banyak perangkat lain. Bahkan Edison dianggap sebagai salah satu ilmuwan yang berpengaruh di dunia, ia telah memegang lebih dari 1.093 paten Amerika Serikat.

Bukan hanya Walt Disney dan Thomas Edison saja, ada banyak tokoh lain yang berpengaruh di dunia namun mereka tak mengenyam sekolah tinggi. Sebut saja, Henry Ford, George Eastman, George Washington, Rabindranath Tagore. Bahkan tokoh yang kita kenal seperti Steve Jobs, Bill Gates, Travis Kalanick, dan Mark Zuckerberg juga memilih dari pendidikan formalnya dan mendirikan perusahaan yang saat ini layanan/produknya kita gunakan.

Kisah-kisah di atas seakan menjadi gambaran bagi kita  tentang proses belajar seseorang ditengah keterbatasan yang ada. Keterbatasan dalam belajar bukan hanya perihal kondisi keuangan semata, ada banyak bentuk keterbatasan seperti kondisi fisik seseorang, dan kondisi alam seperti masa pandemi Covid-19. Atau, bisa saja keterbatasan muncul karena fasilitas yang dimiliki kurang memumpuni. Misalnya kekurangan buku, dan fasilitas lainnya. Namun semua itu bukan berarti kita tak bisa menjadi sosok yang berilmu.

Ditengah keterbatasan yang membuat kita merasa nyaman, tentu muncul banyak alasan yang membuat kita malas untuk belajar. Namun dengan 6 hal yang disampaikan pada kutipan di atas, sangat mungkin seseorang menjadi seseorang yang berilmu dan meraih mimpinya. Cerdas, selalu ingin tahu, tabah, punya bekal dalam menuntut ilmu, bimbingan dari guru dan dalam waktu yang lama. Cerdas dan selalu ingin tahu adalah dorongan internal yang membuat seseorang terus belajar. Sikap tabah, memiliki bekal dalam menutut ilmu yang dapat berupa nilai-nilai kehidupan, bimbingan dari guru yang berarti ada seseorang yang berperan sebagai pengajar, pembimbing, dan pemberi dorongan. Serta waktu yang lama, yang berarti seseorang berproses.

Banyak orang yang memahami jika ilmu tidak didapat dari kemudahan dan kenyamanan, tentu ada proses sulit yang dilalui terlebih dahulu. Untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru seseorang harus menerjang keterbatasan, dan membutuhkan pengajar yang berkompeten. Serta sosok yang mendorong proses mereka belajar, yang mana sosok itu adalah pihak orangtua.

 

 

Demikian artikel ini kami buat semoga memberikan gambaran bagi anda tentang serba serbi dunia pendidikan. Apabila ada pertanyaan tentang pendidikan alternatif Anda bisa hubungi kami di https://piwulangbecik.sch.id untuk informasi lebih lanjut.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *