Dongeng Bukan Sekadar Penghantar Tidur, Dongeng Metode Pendidikan Yang Manjur

Dongeng Bukan Sekadar Penghantar Tidur, Dongeng Metode Pendidikan Yang Manjur

Pernahkah Anda membacakan dongeng pada anak sebelum tidur?

Meskipun bukan untuk meninabobokan mereka, banyak orang yang meyakini jika metode berdongeng bukan hanya sekadar ritual menjelang tidur. Metode berdongeng atau bercerita menjadi cara mendidik anak yang sudah ada sejak dulu dan banyak dipraktekan sampai sekarang. Jika diperhatikan dalam kitab suci agama manapun, Tuhan menggunakan kisah-kisah untuk membimbing umat manusia di bumi ini. Selain itu, di Indonesia sendiri ada banyak dongeng legenda, fabel, dan buku cerita karangan anak lainnya. Bahkan banyak sekolah, perpustakan umum, dan rumah-rumah yang mengoleksi buku dongeng agar bisa dibaca anak.

David Mc Clelland, sempat meneliti tentang membandingkan dua negara besar yakni Spanyol dan Inggris pada abad ke-16. Kedua negara tersebut mengalami perubahan dan perbedaan yang nyata, Negara Inggris menjadi negara yang lebih maju dibandingkan Spanyol. Setelah David Mc meneliti, ternyata cerita atau dongeng yang berkembang sangat berpengaruh terhadap perkembangan pada kedua negara tersebut. Di negara Inggris kebanyakan cerita/dongeng yang dibawakan bertemakan ajakan atau merangsang pendengarnya untuk berprestasi. Sehingga cerita tersebut membawa “Virus” the need for achievement atau dibutuhkan prestasi yang kemudian disimbolkan dengan “n-Ach”.  Sedangkan negara Spanyol menggunakan dongeng/cerita yang bersifat meninabobokan saja.

Saat ini, sepertinya Indonesia mengalami kondisi seperti negara Spanyol di abad ke-16. Hal ini bisa dilihat dari merosotnya mental dan karakter bangsa kita yang tampak jelas dan sering muncul di kabar berita. Misalnya kabar tawuran antar pelajar, bullying dan pelecehan yang banyak dilakukan tanpa memandang usia, pencurian, kasus KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) yang dilakukan oknum pejabat, dan masih banyak lagi. Memang ada banyak faktor yang menyebabkan tindakan tersebut, salah satunya adalah pendidikan yang diperoleh dari usia dini. Hilangnya cara mengajar bercerita atau berdongeng, baik di lembaga pendidikan ataupun di rumah turut mengambil andil tentang sikap dan perilaku anak di masa mendatang. Dongeng juga menjadi salah satu metode yang efektif dalam menanamkan pendidikan karakter anak sedari dini. Dibutuhkan kerja keras dan upaya semua pihak untuk memperbaiki karakter bangsa yang tengah terpuruk. Membudayakan kembali bercerita dan berdongeng adalah hal positif bagi anak-anak usia dini agar mereka dapat memahami nilai-nilai kehidupan.

Ada banyak fungsi cerita atau dongeng bagi anak-anak yang tidak diketahui banyak orang, antara lain:

1.      Membangun kontak batin

Kontak batin bukan hanya dimiliki oleh ibu dan anak saja, kontak batin juga dimiliki oleh siapapun yang tengah menjadi hubungan, termasuk pengajar dan peserta didik. Berdongeng/bercerita adalah salah satu cara membangun kontak batin tersebut. Jika kontak batin berhasil terhubung, maka hal ini akan berdampak positif, seperti anak akan lebih menyayangi dan menghormati pengajarnya, pihak pengajar akan mendapatkan perhatian anak, serta pengajar akan menjadi sosok yang diteladani dan dipercayai.

2.      Menyampaikan pesan

Setiap cerita tentu menyimpan pesan yang ingin disampaikan ke pendengarnya, melalui cerita pengajar ataupun orangtua dapat menyelipkan nasihat-nasihat baik yang mudah dipahami anak.

3.      Mengasah imajinasi anak

Saat orang dewasa menceritakan sebuah kisah, anak bukan hanya sekadar mendengarkan saja. Dalam alam pikirannnya mereka berimajinasi, dan berfantasi membayangkan jalanya kisah tersebut. Jangan meremehkan imajinasi, karena ada banyak kemajuan yang timbul bermula dari imajinasi seseorang. Dulu manusia hanya berimajinasi untuk bisa terbang, tapi sekarang bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan.

4.      Membentuk identitas diri anak

Dengan mendengarkan dongeng anak akan mudah memahami mana sifat-sifat yang baik dan buruk. Sehingga perlahan mereka akan mengenal karakter-karakter manusia dan membedakan mana yang harus diteladani dan tidak.

5.      Menambah kosa kata baru anak

Di usia yang masih anak-anak, mungkin ada banyak kata atau kalimat yang belum dipahami bahkan kata-kata yang mereka rangkai masih berantakan. Untuk itu, berdongeng adalah teknik menyampaikan kisah dengna tutur kata yang sudah dirangkai sangat rapi. Selain menambah perbendaharaan kata bagi anak, mereka juga akan belajar menyampaikan sesuatu dengan kata-kata yang baik dan tepat.

6.      Mengajak anak untuk mencintai ilmu sedari dini

Buku adalah jendela ilmu, penggunaan buku cerita adalah salah satu cara untuk merangsang keingintahuan anak akan pengetahuan yang belum mereka pelajari. Mungkin anak sudah familir dengan buku, namun mereka belum akrab dengan media tersebut. Selain mengajarkan anak untuk rajin membaca. Berdongeng juga menumbuhkan rasa cinta anak terhadap buku dan ilmu pengetahuan.

Ada lebih banyak lagi fungsi dari berdongeng bagi pendidikan anak. Meskipun terdengar sepele, namun nyatanya dongeng-dongeng yang anak dengarkan bisa mengubah masa depan mereka. Bukan hanya pengetahuan saja yang bertambah, karakter anak akan terbentuk seiring dengan dongeng-dongeng yang mereka dengarkan setiap saat. Bisa jadi anak akan terinspirasi menjadi karakter yang diceritakan dalam dongen. Untuk itu, cobalah luangkan waktu anda untuk membacakan dongeng dan cerita anak sebagai bagian dari proses belajar mereka.

 

 

Demikian artikel ini kami buat semoga memberikan gambaran bagi anda tentang serba serbi dunia pendidikan. Apabila ada pertanyaan tentang pendidikan alternatif Anda bisa hubungi kami di https://piwulangbecik.sch.id untuk informasi lebih lanjut.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *