Kesenian Yang Berdampak

Dengan semangat berangkat dari yang mampu , anak-anak mulai berlatih menggambarkan pesan yang akan disampaikan, yang sebenarnya berisi sebuah cerita dari kejadian yang ada di sekitarnya. Dengan begitu mereka melatih kepedulian dari konteks kejadian.

Misal: mengatur sandal dengan rapi, makan jangan berlebihan, berjalanlah dengan sadar, parkir sepeda yang benar, belajar menahan diri, dsbnya.

Kak Kliwon dan Mas Wegig mendampingi proses belajar anak-anak ini. Semua usia dan kemampuan berada dalam kelas yang sama, karena kami dan anak-anak berlatih saling menghargai proses teman lainnya. Kita menghargai ide-ide asli mereka.

Setelah itu, mereka bisa menceritakan kembali gambarnya.

Dari sinilah kakak-kakak pendamping belajar dari anak-anak tentang kepedulian. kemudian kepedulian dan ide dari gambar anak-anak tersebut diterjemahkan lagi oleh kak Kliwon dan mas Wegig menjadi gambar seperti yang telah kita kirim sebelum-sebelumnya itu.

Di awal, kakak menjadi guru, tetapi kemudian kakak berguru kepada murid untuk kepedulian dan idenya.

Dan ternyata karya anak dan pendamping ini berdampak dalam keseharian mereka.

Mereka merasa dihargai, saling peduli dan saling menasehati.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *