Seperti Apa Pendidikan Nonformal di Indonesia?

Seperti Apa Pendidikan Nonformal di Indonesia?

Berbicara tentang pendidikan tentu yang sering muncul dipikiran kita semua adalah sekolah. Jenjang sekolah seakan menjadi gerbang awal bagi anak kita untuk memiliki masa depan yang cerah. Gedung yang besar, berseragam, penerimaan raport, ranking, cara belajar, buku latihan, hingga kebijakan sekolah menjadi serangkaian aspek yang menjanjikan masa depan setiap anak.

 

 

Akan tetapi, ternyata masih banyak orangtua yang belum memahami jika setiap anak itu berbeda. Tak semua anak cocok untuk menekuni pendidikan yang berlaku di sekolah pada umumnya. Ada beberapa anak yang lebih nyaman belajar dengan cara membebaskan diri mereka bergerak dan bereksplorasi tanpa menghilangkan esensi pendidikan yang dibutuhkannya. Selain itu, sebagai orangtua tentu kita perlu sadar jika anak memiliki minat yang berbeda dan tak bisa dipaksakan untuk seragam dengan anak lain pada umumnya.

Untuk itu, saat ini sudah banyak orangtua yang beralih ke pendidikan alternatif seperti Pendidikan Non-Formal agar kebutuhan pendidikan anak mereka terpenuhi. Meskipun Pendidikan Non-Formal saat ini sedang menjadi trend di kalangan orangtua, namun masih banyak yang salah paham dengan sistem pendidikan ini, misalnya sistem pendidikan homeschooling hanyalah memindahkan sistem pembelajaran di sekolah formal ke rumah. Padahal, Pendidikan Non-Formal yang ada di Indonesia merupakan sistem pendidikan yang telah didesain untuk membantu anak belajar sesuai dengan minat dan bakat mereka. Hal ini dirancang  melalui kurikulum belajar yang telah disesuaikan pada setiap anak. Selain itu, anak boleh memilih situasi seperti apa yang mereka butuhkan selama belajar nantinya.

Bagaimana metode dasar Pendidikan NOn-Formal?

Mungkin sebagian masyarakat Indonesia masih meyakini jika anak ibarat sebuah kertas kosong, sehingga sebagai orangtua kita wajib memberikan warna dan tulisan pada kertas tersebut. Sehingga anak hanya akan menjadi pelaksana atas apa yang orang tua inginkan dan anak tak punya kebebasan memilih dalam melakukannya. Pada kenyataannya, anak lahir dengan potensi, karakter, dan kecenderungan yang berbeda. Tentu menjadi tugas pokok orangtua untuk mengenali dan menggali lagi potensi anak sejak usia dini. Orang tua juga tak bisa lagi memaksakan sistem pembelajaran yang dulu dengan masa kini. Oleh karena itu, sistem pendidikan Pendidikan Non-Formal akan membantu Anda dalam membuat pembelajaran efektif untuk anak. Salah satunya dengan memberikan kesempatan anak untuk ikut serta dalam menentukan proses pembelajaran seperti apa yang diinginkan kedepannya.

Selain itu, Pendidikan Non-Formal juga memiliki tujuan utama  yaitu menyiapkan anak sebagai pembelajar yang mandiri. Hal ini bisa dilihat dari ciri-ciri berikut:

  • Memiliki motif internal untuk belajar
  • Berorientasi pada tujuan yang ingin diraih
  • Terampil dalam mencari bahan belajarnya
  • Dapat menajemen diri sendiri

Akan tetapi untuk mencapai tujuan tersebut tentu diperlukan kesiapan yang matang dari pihak anak dan orangtua, persiapan tersebut seperti:

  • Kekompakan dan kesepakatan orangtua selama menjalankanPendidikan Non-Formal nanti
  • Menyiapkan aspek psikoologis anak sebelum memulai Pendidikan Non-Formal
  • Membangun kebiasaan hidup yang terencana dan displin
  • Menyediakan lingkungan yang kondusif bagi anak untuk belajar

Apakah Pendidikan Non-Formal di Indonesia membutuhkan fasilitas khusus?

Peran orangtua tentu sangat besar terhadap kesuksesan Pendidikan Non-Formal.  Orangtua tentu harus siap mendampingi anak selama proses belajar mereka. Misalnya, anak ingin mengenal berbagai jenis sayuran dan buah. Mungkin Anda akan menyediakan beberapa buku terkait buah dan sayur. Namun akan lebih baik lagi jika Anda mengajak anak ke pasar untuk mengenali secara langsung jenis sayur mayur dan buah-buahan. Selain pengetahuan mereka bertambah, kemampuan sosial anak pun terlatih dengan berinteraksi ke para pendagang di pasar.

Apakah Pendidikan Non-Formal berijazah dan diakui oleh institusi pemerintah?

Pada dasarnya Pendidikan Non-Formal merupakan pendidikan berbasis keluarga yang tergolong pendidikan alternatif (non-formal) serta telah diatur dalam UU no. 20/2003. Sesuai dengan isi undang-undang tersebut, anak yang mengeyam pendidikan melalui sistem Pendidikan Non-Formal akan diakui layaknya mengikuti institusi pendidikan formal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan. Sehingga Anda tak perlu lagi khawatir jika kelak, anak ingin melanjutkan pendidikan mereka di perguruan tinggi.

Apapun pendidikan yang diminati oleh anak, setiap orangtua harus mendukung dan memfasilitasi. Proses belajar anak bukan hanya tanggungan pihak pengajar saja namun juga peran orangtuanya.

 

 

Demikian artikel ini kami buat semoga memberikan gambaran bagi anda tentang serba serbi dunia pendidikan. Apabila ada pertanyaan tentang pendidikan alternatif Anda bisa hubungi kami di https://piwulangbecik.sch.id untuk informasi lebih lanjut.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *