Sering Mengalami Stres Dan Cemas Saat Belajar, Ikuti Tips Berikut Ini

Sering Mengalami Stres Dan Cemas Saat Belajar, Ikuti Tips Berikut Ini

Saat mengerjakan tugas-tugas dari tutor terkadang membuat siapapun merasa pusing, termasuk anak-anak baik itu usia remaja atau usia menjelang dewasa. Apalagi jika sudah berdekatan dengan ujian, rasanya ada banyak tekanan yang dirasakan. Rasa tertekan yang dialami kemudian berubah menjadi stres yang berlebihan. Hal inilah yang kemudian menimbulkan rasa cemas yang berlebihan hingga depresi.

Kenapa mereka bisa mengalami stres?

Stres dan cemas bukan hanya memberikan beban psikologis saja, namun juga berdampak pada kondisi fisik seseorang misalnya sering sakit kepala, mudah marah, pola tidur terganggu, tubuh terasa lemas meskipun tidak melakukan aktivitas berat, serta perubahan tekanan darah. Banyak anak yang masih berusia remaja yang bersaing merebutkan peredikat nomor 1 diantara teman-temannya, sehingga hal inilah yang membuat mereka harus belajar lebih keras hingga larut malam.

Apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini banyak anak remaja yang mengalami kesulitan untuk belajar secara online. Tingkat stres yang dialami anak semakin meningkat, bukan hanya disebabkan oleh tugas-tugas belajar atau sistem pembelajaran jarak jauh, namun juga kegiatan belajar yang dilalui sendirian.

Selain itu penyebab umum remaja mengalami stres saat belajar adalah rasa jenuh, karena mereka harus menatap layar monitor selama berjam-jam. Tingkat stres semakin tinggi jika fasilitas semakin terbatas seperti jaringan internet yang lama atau alat elektronik yang digunakan kurang mumpuni. Interaksi yang minim membuat anak menjadi sulit memahami materi. Misalnya saat kegiatan belajar secara tatap muka, anak dapat bertanya secara langsung kepada pengajar, akan tetapi selama belajar online anak hanya bertanya secara virtual. Sehingga ada kemungkinan muncul kesalahpahaman atau justru ketidakpahaman tentang ilmu tertentu.

Lalu bagaimana cara mengatasi stres dalam belajar?

1.      Beristirahat jika sudah merasa lelah

Saat kita merasa lelah untuk menatap layar komputer atau smartphone, maka jangan dipaksakan. Istirahatlah sejenak setidaknya lima belas menit. Kita bisa berkeliling rumah atau sekadar melihat halaman depan yang hijau.

2.      Belajar meditasi

Saat mengalami stres mungkin ini saatnya kita belajar meditasi, kita bisa bisa melakukan meditasi sederhana dengan melakukan teknik pernapasan. Meditasi ini akan membantu pikiran dan perasaan seseorang kembali stabil.

3.      Luangkan waktu untuk berolahraga

Dibanding bermalas-masalan, lebih baik kita menyempatkan waktu untuk berolahraga sejenak. Olahraga dapat meningkatkan hormon dopamin sehingga suasana hati terasa membaik.

4.      Atur jadwal dengan jelas

Saat kita ingin menambah kegiatan yang lain seperti olahraga itu artinya kita perlu mengatur kembali jadwal harian yang dimiliki. Buatlah jadwal sesuai dengan kapan waktunya belajar, berolahraga, bermain, dan beristirahat.

5.      Tidur cukup

Pola tidur umumnya akan terganggu saat seseorang mengalami stres. Untuk itu, cobalah atur lagi jadwal tidur setiap hari setidaknya 7-8 jam. Jauhkan hal-hal yang bersifat distraksi dari tempat tidur.

6.      Diskusikan masalah ini dengan orang dewasa

Saat remaja stres umumnya mereka bingung bagaimana cara mengungkapkannya. Atau justru masih belum sadar jika mereka mengalami stres. Pada kondisi ini peran orang dewasa terutama orangtua di sekitar anak sangatlah penting. Pada saat anak merasa stres maka tugas orangtua adalah mendampinginya. Orangtua bisa menjadi teman dekat yang baik dengan mendengarkan setiap keluh kesahnya, atau jika perlu kita bisa meminta bantuan profesional untuk mengatasi stres tersebut.

Banyak remaja yang mengalami tekanan terkait pendidikannya. Untuk itu peran orangtua dan lingkungan terdekat anak sangat penting, untuk menemani dan memberikan dukungan. Katakan pada mereka jika mereka tak sendiri, keluarga selalu menemaninya dalam kondisi apapun.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *