Sutradara & Aktornya

Bapak ibu, kalau benar bahwa anak adalah subyek pembelajaran, maka kalau pun ada yang pusing dan galau, itu adalah si anak itu sendiri. Karena dia adalah aktor utamanya. Sedangkan bapak ibu hanya sebagai pemain figuran. Dimana beban (kalau itu sebuah beban) berhasil tidaknya sebuah drama kehidupan ini, jelas berada di pundak aktor utama, bukan pemain figuran.

Kalau pemain figuran ini ternyata malah cemas dan galau, jangan-jangan, orang tua ini penginnya jadi sutradara. Tidak rela jadi pemain figuran, apalagi menjadi pendamping yang hanya sekali-kali menyediakan makan dan minum bagi aktor utamanya. Gak mau cuma jadi pendamping yang kerjanya hanya menghibur dikala aktor utamanya sedih dan putus asa.

Padahal … sutradara kehidupan ini, kita semua sudah tahu. bukan kita.
Dia Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Dialah pembimbing anak kita, dan juga kita

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *